JAMBI - Puluhan Orang Geruduk Kantor Gubernur Jambi Ancam Bakar

Sekitar lima puluh orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (Ampar) Provinsi Jambi mendatangi Kantor Gubernur Jambi. Pengunjuk rasa ini menuntut penyelesaian banyaknya permasalahan petani di Jambi yang tidak diselesaikan.Perusahaan-perusahaan di Jambi, seperti PT WKS dari grup Sinar Mas, PT Asiatic Persada dianggap sebagai perusahaan perampas tanah rakyat. Dalam peringatan Hari Tani Nasional S, massa aksi menagih janji penyelesaian masalah petani.

INTERNASIONAL - Mahmoud Abbas Singkirkan Bayang-Bayang Yasser Arafat

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, disambut bak pahlawan sesampainya di Tahah Air setelah memperjuangkan pengakuan PBB atas negaranya, Jumat (23/9) lalu, di markas besar PBB di New York. Sambutan luar biasa dari rakyat yang sempat meragukan kepemimpinannya itu seolah menyingkirkan bayang-bayang Yasser Arafat yang menggayuti Mahmoud sejak terpilih tujuh tahun lalu.

NASIONAL - ICW Laporkan Dugaan Korupsi Kehutanan Rp9,1 Triliun ke KPK

Indonesian Corruption Watch (ICW), Senin (26/9), melaporkan dugaan praktik tindak pidana korupsi pemanfaatan lahan hutan di Kalimantan  ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Dugaan korupsi kehutanan yang meyebabkan kerugian negara mencapai Rp 9.1 triliun itu diduga melibatkan tiga pemerintah kabupaten dan puluhan perusahaan.

JAMBI - Pertumbuhan Ekonomi Jambi 7,3 Persen

Pertumbuhan ekonomi Jambi secara makro mengalami kenaikan walau tidak begitu signifikan. Dari 6,8 persen pada tahun 2009, menjadi 7,3 persen di tahun 2010. “Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini, telah mampu mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Jambi dari 6,6 persen pada tahun 2009, diikuti pula penurunan penggangguran dari 5,54 persen pada Agustus 2010,’’ ujar Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA), Senin (26/09).

INTERNASIONAL - "Lunasi Denda Parkir Diplomat RI Rp6,5 M"

Kabar tak mengenakkan datang dari New York, Amerika Serikat. Departemen Keuangan setempat melansir daftar denda parkir para diplomat, termasuk dari Indonesia. Seperti dilansir Reuters, Diplomat Indonesia menempati peringkat ketiga pemilik utang denda parkir terbesar di New York, setelah Mesir dan Nigeria. Yakni sebesar US$725ribu atau setara dengan Rp6,5 miliar.

NASIONAL - BIN: Pelaku Sudah Siap Sejak Bom Cirebon


Badan Intelijen Negara memastikan bahwa pelaku bom bunuh diri di Solo Minggu kemarin memang sudah disiapkan menjadi calon 'pengantin,' alias pelaku bom bunuh diri selanjutnya. Pelaku masih terkait dengan kasus bom bunuh diri di Markas Polresta Cirebon pada April 2011 lalu.

JAMBI - Kapolda: Inventarisir Gereja di Jambi

Pasca bom bunuh diri salah satu gereja di Kota Solo yang menewaskan pelaku dan melukai belasan warga, yang terjadi Minggu kemarin (25/09) sekitar pukul 11.00 WIB, Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Suparsono segera mengambil beberapa langkah antisipasi. Kepada seluruh jajaran hingga tingkat Polsek, Kapolda memerintahkan agar melakukan inventarisir ulang gereja-gereja di wilayah hukum Polda Jambi, yang melakukan kebaktian.

JAMBI - Presiden Sidak ke SMPN 14 dan SDN 97 Jambi

Menjelang bertolak kembali ke Jakarta, Jumat (23/9/2011), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau SMP Negeri 14 Jambi dan SD Negeri 97/IV Kecamatan Kotabaru, Jambi. Kunjungan Presiden itu disebut-sebut mendadak karena tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, baik itu ke Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, maupun ke pihak sekolah. "Ingin melihat kondisi bangunan sekolah dan kebersihan," kata Presiden yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono.

INTERNASIONAL - Ini Alasan Kolumnis Mengapa 'New York' Pantas Sebut Obama Presiden Yahudi Amerika Pertama

Obama adalah "Presiden Yahudi Pertama". Itulah judul dari laporan utama majalah New York yang ditulis John Heilemann yang juga mengulas penggalang dana utama Obama.Mendengarkan Obama berpidato di PBB pada Rabu (21/9 lalu) banyak orang yang akan mengangguk setuju, tak kurang Palestina dan Dunia Arab.

NASIONAL - Bila Dicopot dari Jabatan Menteri, Jangan 'Ngambek'

Para menteri yang digeser atau dicopot dari jabatannya diharap tidak 'mutung' alias ngambek mengingat presiden merombak kabinetnya untuk kepentingan kedepan. Demikian dikatakan oleh Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha , di Komplek Istana Negara, Jumat (23/9). "Ya ya, mohon dipahami semangat atau tujuan reshuffle kabinet ini untuk kepentingan kedepan,"ujar Julian.