Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Jumat (11/2/2011) meluncurkan satu tim tanggap darurat untuk mendukung perusahaan-perusahaan negara dan penduduknya di negara-negara yang politiknya bergolak di Afrika dan Timur Tengah. Tim itu dipimpin oleh Moon-yong Ha, duta besar untuk orang-orang Korea luar negeri dan urusan konsuler.
Tim terdiri atas pejabat senior kementerian lain dari departemen terkait. Nantinya, tim akan mengadakan pertemuan pertama untuk mengkaji kerusuhan politik di Mesir dan mendiskusikan operasi masa depan tim, menurut seorang pejabat kementerian itu mengatakan kondisi anonimitas. "Mengingat situasi di Mesir dan meningkatnya jumlah daerah bergolak secara global, adalah penting untuk melindungi warga negara dan perusahaan kita," katanya.
"Kami memutuskan untuk memulai sistem itu untuk segera menanggapi situasi seperti ini dan melindungi kepentingan warga negara kami sebanyak mungkin," imbuhnya.
Tim akan bertugas menyusun langkah-langkah untuk mendukung perusahaan Korea Selatan yang mungkin menghadapi keterlambatan proyek atau suspensi dalam gelombang baru-baru ini, seperti gerakan pro-demokrasi di negara-negara Mesir, Tunisia, Pantai Gading, Aljazair, dan Yaman, kata kementerian dalam pernyataan.
Tim tersebut akan juga terlibat dalam perencanaan evakuasi warga Korea Selatan dari negara-negara bersangkutan. "Selain dari Mesir, selalu ada banyak unsur kerusuhan di wilayah lain, termasuk di Federasi Rusia (CIS) dan Asia barat daya. Jadi tujuannya adalah untuk merespon dengan cepat setiap kali ada sebuah peristiwa penting di dunia," kata pejabat itu.
Rapat akan dilaksanakan bulanan untuk memantau perkembangan di kawasan tersebut, kata kementerian tersebut, meskipun frekuensi mereka akan tergantung pada situasi. Semua departemen juga akan berbagi informasi tiap hari satu sama lain untuk lebih mempersiapkan kejadian-kejadian tak terduga.
Hasil rapat kemudian akan dikomunikasikan kepada publik di laman jejaring kementerian, serta Twitter dan Facebook. "Dalam kasus yang serius, kami merencanakan untuk bekerja dengan Kotra, Kementerian Pengetahuan Ekonomi dan seluruh jajaran pemerintah," tambah pejabat itu.
Kotra, atau Badan Promosi Investasi dan Perdagangan Korea, adalah sebuah organisasi yang dikelola negara dengan tugas mempromosikan ekspor dan investasi.
*kompas.com



0 komentar:
Posting Komentar
free comment,but not spam :)