NASIONAL - Tak Punya Kemampuan Politik, Tugas-tugas Wapres Terancam Mandeg


Wakil Presiden Boediono tidak memiliki kemampuan politik dalam menyelesaikan tugas yang diserahkan Presiden SBY. Akibatnya, instruksi Presiden terancam mandeg di tangan Wapres Boediono. Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq mengungkapkan peran Wapres Boediono dalam menangani tugas dari Presiden SBY terancam tidak berjalan, karena tidak memiliki kemampuan politik. Ia menyatakan tugas yang diberikan Presiden membutuhkan pendekatan politik secara aktif.

"Boediono adalah seorang teknokrat birokrat, masalahnya tugas yang diberikan oleh Presiden SBY membutuhkan komunikasi politik. Ini menyangkut lembaga-lembaga negara dan pemerintah," ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (11/2).


Ia mengungkapkan tugas yang diberikan oleh Presiden tidak hanya menyangkut perekonomian yang menjadi keahlian Boediono. Makanya kemampuan komunikasi politik menjadi poin penting bagi penyelesaian tugas dari Presiden.


Lemahnya komunikasi politik ini diperparah dengan nihilnya kekuatan politik Boediono. Tugas yang diberikan Presiden tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan birokrasi. Politik merupakan unsur kekuatan yang dibutuhkan dalam permasalahan.


"Permasalahan yang harus diselesaikan oleh Wapres adalah membangun komunikasi politik. Kalau mau Presiden juga mendorong dengan melakukan evaluasi, karena prinsip peran wapres adalah pembantuan," jelasnya.


Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso juga menyatakan instruksi Presiden SBY yang diberikan kepada Wapres Boediono terancam mandeg. Menurutnya Wapres Boediono tidak memiliki modal politik untuk melakukan langkah terobosan.


"Pengaruh sikap dan modal politik menjadi kunci penting permasalahan. Saya melihat tidak ada progres atas instruksi Presiden yang diserahkan ke Wapres. Namun saya memafhuminya mengingat karakter Boediono yang kalem," tuturnya. (AO/OL-3) 

*media indonesia.com 

0 komentar:

Posting Komentar

free comment,but not spam :)