NASIONAL - Ketika Rakyat Jazz Berpesta


Ribuan penonton mengantre saat akan memasuki special show penampilan gitaris Carlos Santana pada hari kedua Java Jazz Festival 2011 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, tadi malam. Sejumlah lagu hits seperti Black Magic Woman, Maria Maria, Oye Como Va, dan Smooth, dibawakan oleh Santana dalam festival jazz tahunan tersebut.


JAKARTA– Rakyat jazz benar-benar berpesta. Puluhan ribu penonton antusias menikmati aksi musisi-musisi ternama dalam gelaran Java Jazz Festival 2011. George Benson dan Carlos Santana menjadi magnet utama.


Pihak penyelenggara, PT Java Festival Production,menyediakan 150.000 lembar tiket untuk tiga hari pertunjukan. Jumlah ini melebihi gelaran tahun kemarin yang mencapai 103.000 penonton. PT Java Festival Production mengklaim sudah mendistribusikan semua tiket ke penonton.

Jika dirata-rata, setiap hari Java Jazz Festival 2011mampu menyedot sekitar 50.000 penonton. Pada hari kedua pertunjukan kemarin, jumlah penonton diyakini lebih banyak dibandingkan pada hari pertama pertunjukan, Jumat (4/3).Dari pantauan harian SINDO di venue, ribuan penonton berdesakan memasuki panggung-panggung pertunjukan. Antusiasme penonton pada hari kedua kemarin memang cukup tinggi. Hampir seluruh pertunjukan di 18 panggung yang digelar pada Java Jazz Festival 2011 selalu dipenuhi ribuan penonton. Untuk berjalan menuju satu panggung ke panggung yang lain,penonton juga harus bersusah-payah. Meski sudah digelar di tempat yang sangat luas seperti JI Expo Kemayoran, tetap saja penonton berjubel.Barangkali penikmat musik jazz di Tanah Air semakin bertambah.

Tak hanya kalangan dewasa, remaja yang notabene baru mengenal jazz juga mulai menikmati alunan musik jazz. ”Susah bergerak d javajazz hr kedua :(,” tulis seorang penonton Mast Irham asal Depok,Jawa Barat,melalui akun Twitter-nya. Salah seorang penonton Arie Apriyanti kepada SINDO mengaku tertarik menonton George Benson dan Santana beraksi. Pada hari pertama, Arie ketinggalan aksi Santana karena masih harus berkutat dengan urusan kantor sehingga baru kemarin dia bisa menikmati sajian musik dari musisi-musisi kelas atas. ”Kemarin tidak bisa dateng, baru hari Sabtu ini bisa ke sini dengan teman-teman. Kita mau menonton Santana,”tegas Arie. Sementara itu, jauh-jauh dari Bandung, Friza dan dua temannya sengaja datang ke Jakarta untuk menonton Santana menunjukkan keahliannya.

Mumpung libur,Friza memanfaatkannya untuk menonton Java Jazz Festival sekalian menghibur diri. ”Dengerin jazz memang jarang banget,tapi ini kan festival. Sesekali menikmati jazz dengan permainan dari musisi-musisi papan atas apa salahnya,”ujar Friza. Antusiasme penonton dapat dilihat dari ludesnya tiket Santana dan George Benson yang tadi malam tampil. Jumlah tiket Santana pada hari kedua sebanyak 10.000 lembar dengan harga Rp1 juta ludes. Adapun 5.000 tiket George Benson pada George Benson Singing The Nat King Cole Combo yang dijual dengan harga per lembar Rp450.000 juga habis terjual.

”Kita memang mengejar target.Kalau tahun lalu ada 103.000 penonton, tahun ini ada 150.000 orang yang kita kejar,” kata Presiden Direktur PT Java Festival Production Dewi AL Gontha beberapa hari sebelum gelaran berlangsung. Antusiasme penonton dalam menyaksikan pertunjukkan musik memang bukan pada Java Jazz Festival 2011 saja.Beberapa konser lain yang telah atau akan digelar di Tanah Air juga selalu diserbu puluhan ribu penonton. Hampir semua konser musik, dari bermacam-macam aliran, selalu dipadati penonton.

Sejak 2010 hingga pekan akhir Februari 2011, lebih dari 25 musisi dunia mampir ke Indonesia. Mereka datang dengan latar belakang jenis musik yang berbeda-beda— beberapa di antaranya mengusung genre musik sama. Bahkan dalam setahun atau dua tahun belakangan ini,musisimusisi dunia ini bisa tampil di Jakarta dua kali hingga tiga kali dalam sebulan.

George Benson-Santana Memukau

Tiket Java Jazz Festival 2011 yang relatif tinggi kemarin mampu dibayar lunas dengan penampilan memukau George Benson dan Santana di panggung D2 Axis Hall Java Jazz Festival 2011. Penampilan George Benson sepertimenjadipelepasdahaga penikmat jazz di Tanah Air. Penonton sering kali berdecak kagum dengan penampilan lelaki yang senantiasa menenteng gitar ini.

Menampilkan George Benson Singing The Nat King Cole, gitaris dan vokalis ini tampil bersama Magenta Orchestra dengan lagu-lagu dari Nat King Cole,sang legendaris. Kolaborasi antara George Benson dengan Magenta Orchestra pimpinan Andy Riyanto juga menjadi daya pikat tersendiri. George Benson dengan bandnya mampu menyatu dengan Magenta Orchestra yang memiliki daya tarik tersendiri. George Benson mengaku sangat mengagumi karya-karya mendiang Nat King Cole.”Saya sangat mengidolakan dia. Lagu-lagunya sangat menawan saya.

Makanya malam ini saya membawakan lagu-lagu dia,” ujar George Benson dalam sesi tanya jawab bersama wartawan seusai manggung. Dalam konsernya di hari kedua Java Jazz Festival 2011,hampir semua lagu yang ia bawakan pernah dinyanyikan oleh Nat King Cole. Sebut saja When I Falling Love, Let There Be Love atau Some One to Watch Over Me, semuanya dikemas dengan karakter dan ciri George Benson yang kuat pada permainan gitar. Java Jazz Festival 2011 hari keduakaliinimemangtakhanya George Benson yang jadi primadona.

Gitaris legendaris Santana juga membius penonton dengan aksi-aksinya memainkan gitar.Penampilan Santana sendiri merupakan kali kedua dalam Java Jazz Festivaltahun ini. Di hari pertama, Santana juga membuat decak kagum yang sama. Santana tetap memikat dengan lengkingan gitar yang terjaga. Selain George Benson dan Santana yang menyedot penonton, sejumlah musisi lain yang ikut terlibat dalam pertunjukan hari kedua Java Jazz Festival 2011 sepertinya juga ketiban berkah dipenuhi penonton. Di D2 Axis Hall,setelah penampilan George Benson,ELfa Seciora His Legacy Live On juga dipenuhi penonton.

Penonton seolah hendak bernostalgia dengan musisi Elfa Seciora almarhum.Sejumlah karyanya menjelma menjadi karya seni yang bisa dinikmati oleh semua umur.

*seputar-indonesia.com 

0 komentar:

Posting Komentar

free comment,but not spam :)