Jangan salah, jika beras di provinsi Jambi melonjak tajam. Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini masih mengalami ketergantungan beras. Beras untuk provinsi Jambi banyak diperoleh dari pemerintah pusat yang berasal dari Pulau Jawa dan Negara Vietnam.“Mudah-mudah dengan Program Jambi EMAS pak gubernur tahun ini Jambi bisa swasembada beras,” ungkap Kabid Pelayanan Publik Bulog Jambi, Setio Wastono.
Ia menambahkan, dari data yang dirilis BPS beras merupakan 10 besar penyumbang inflasi pada tahun 2010. Sumbangan inflasi yang pertama adalah cabai merah lalu diikuti daging ayam ras. Inflasi adalah fenomena ekonomi yang meruntuhkan kesejahteraan rakyat, langsung maupun tidak langsung.
Tingginya laju inflasi pasti berdampak pada kesejahteraan masyyrakat karena daya beli yang terus turun. “Namun masyarakat disatu sisi tidak bisa berbuat banyak menghadapi lonjakan harga kecuali hanya mengencangkan ikat pinggang,” katanya.
Inflasi di Jambi selama 2010 mencatat kenaikan yang lebih besar dari prediksi, akibat lonjakan harga bahan makanan seperti beras. “Faktor penyebab perubahan harga beras yang melambung dari sebelumnya antara lain diakibatkan, perubahan cuaca yang tidak menentu, pasokan gagal panen dan jalur distribusi,” pungkasnya
Dari data yang diperoleh Koran ini, diketahui bahwa realisasi Raskin dan OPM Tahun 2011 sampai dengan 08 Februari 2011 jumlah yang didapat untuk Raskin adalah 677.720 dengan realisasi 32.130. Sedangkan Pagu dan Realisasi Raskin dan OPM Tahun 2011 Provinsi Jambi sendiri adalah 23.964.660 kilogram.
(yos)
jambiekspres.co.id



0 komentar:
Posting Komentar
free comment,but not spam :)