JAMBI - 81 Jabatan Strategis Masih Kosong

Sebanyak 81 jabatan strategis di lingkup pemerintahan Kota Jambi yang kosong, hingga saat ini masih belum terisi. Dari ke 81 jabatan tersebut, 77 di antaranya adalah eselon IV, dua jabatan eselon III dan dua jabatan pula untuk eselon II. Semua posisi tersebut mulai dari pemerintahan kota hingga ke kelurahan. 

Anggota DPRD Kota Jambi, kemarin (12/7), mempertanyakan kenapa belum juga terjadi pengisian kekosongan tersebut kepada pemerintahan kota. Hal itu disampaikan dalam hearing DPRD Kota Jambi bersama Baperjakat, kemarin. 

Sutiyono, anggota Komisi A DPRD Kota Jambi yang juga berasal dari fraksi PDI P menyatakan, dirinya mendesak agar pemerintah kota mengisi kekosongan tersebut secepatnya. “Bulan Juli ini harus sudah terisi,” tegasnya seusai hearing tersebut.  Dirinya menyatakan tidak habis pikir, kenapa lama sekali dibutuhkan untuk mencari pengganti pejabat yang sudah tidak menjabat lagi tersebut. 

Di Kota Jambi sendiri, jumlah pegawai sudah lebih dari delapan ribu orang. Logikanya, dengan jumlah tersebut, kota sudah mengalami kelebihan pegawai. DPRD Kota Jambi tidak habis pikir kenapa dengan jumlah tersebut, kekosongan tersebut dibiarkan berlama-lama. “Saya prihatin, kenapa sulit sekali mencari penggantinya, padahal kota sudah kelebihan pegawai, saya usulkan bagi pegawai yang berkompeten seperti yang sudah studi banding dinaikkan untuk mengisi kekosongan itu,” ujarnya.

Hal tersebut juga disebutkan oleh Muhili. Ketua Komisi C DPRD Kota Jambi mengatakan, kota seolah-olah kekurangan pegawai. Padahal, katanya pada kenyataannya, Pemerintahan Kota Jambi memiliki hampir sembilan ribu pegawai, dan 63 persen APBD dialokasikan untuk menggaji mereka. “Kita seperti kekurangan pegawai padahal sudah overload. Masak tidak bisa mencari 81 orang yang berpotensi,” katanya. 

Said Abdul Kasim, Ketua Balegda DPRD Kota Jambi mengungkapkan, dengan dibiarkannya kekosongan tersebut terjadi, maka akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat. “Contohnya kosongnya posisi Camat Jelutung, orang mau bikin KTP, camat tidak ada untuk tanda tangan,” ujarnya. 

Menaggapi hal tersebut, Kepala Baperjakat Kota Jambi, yang juga merupakan Sekretaris Daerah Kota Jambi mengatakan, harus menyeleksi para calon pengisi jabatan yang kosong tersebut. “Kita sangat selektif dalam menentukan calon,” katanya. Namun, diakuinya, saat ini sudah ada nama-nama yang akan mengisi kekosongan jabatan strategis, untuk kemudian diekspos kepada wali kota terlebih dahulu.

Pengeksposan nama-nama yang sudah dikantongi tersebut akan dilakukan pada minggu ini, agar wali kota bisa membaca serta mempertimbangkan calon-calon tersebut. “Kita ekspos kepada wako dulu, agar beliau bisa mempelajari serta membaca tentang calon yang kita anjurkan. Dengan ekpsos tersebut, wali kota bisa lihat, dan mempertanyakan juga kepada kita kenapa orang tersebut dicalonkan, nanti kita langsung jelaskan kepada beliau,” katanya.

Lalu, sudah berapa lama terjadi kekosongan jabatan tersebut? disebutkan Budidaya, beragam, bahkan ada yang sampai setahun. Penyebab kosongnya bervariasi, karena pensiun, pindah ke provinsi, dan lantaran mutasi. Kendala yang dihadapi pemkot sehingga terjadi keterlambatan, kata Budidaya, adalah karena tidak adanya database yang dimiliki pemkot. “Itulah kelemahan kita, database kita tidak ada, ada juga terkadang, yang kosong tersebut, lambat dilaporkan. Dan setelah kita verifikasi, kita surati pihak terkait, baru mereka memberikan laporan,” kata Budidaya.

Ketika ditanyakan, kapan kekosongan tersebut bisa diisi? Budidaya mengatakan, Juli ini, semua sudah bisa diselesaikan. Yakni untuk pejabat eselon III dan IV. “Karena kalau eselon dua kan provinsi,” tandasnya. Untuk diketahui, tunjangan yang didapat pejabat-pejabat tersebut, untuk eselon IIIa adalah Rp 1,2 juta. Eselon III B sebanyak Rp 900 ribu, sementara untuk eselon IVA dan IVB masing-masingnya adalah Rp 600 ribu dan Rp 540 ribu.(enn)

*jambi-independent.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

free comment,but not spam :)