Dari 1.132 kilometer total panjang jalan di Kabupaten Sarolangun, hingga pertengahan 2010, kerusakan jalan di daerah asal Gubernur Jambi itu tinggal 600 kilometer lagi.
“Sedikitnya 600 kilometer jalan masih rusak, dari sekitar 1.132 kilometer jalan yang ada di Kabupaten Sarolangun,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sarolangun, Pahrul Rozi, Senin (18/10).
Menurut Pahrul, kebanyakan jalan yang rusak terdapat di daerah transmigrasi.
Ditambahkan Pahrul, dengan kondisi APBD Kabupaten Sarolangun Rp 500 miliar, anggaran untuk fisik hanya sekitar Rp 100 miliar. Selebihnya tersedot untuk gaji PNS dan anggaran rutin lainnya.
“Bayangkan, jika setiap tahun dianggarkan Rp 100 miliar untuk perbaikan jalan itu, baru enam tahun bisa terselesaikan, dengan catatan Rp 1 miliar bisa membangun satu kilometer jalan. Itu pun jika dalam jangka enam tahun jalan yang baru dibangun tak rusak kembali,” ucapnya.
Pahrul menjelaskan, jika hanya mengandalkan APBD murni, sulit untuk mewujudkan hal tersebut. Karena untuk pembangunan fisik tidak hanya ditujukan untuk jalan, tapi masih banyak lagi pembangunan-pembangunan lainnya.
Sebagai solusi, pemerintah daerah harus pintar-pintar mencari dana di luar APBD murni, seperti dana pusat, provinsi serta dana-dana lainnya.
"Dalam menggaet dana di luar APBD ini, dibutuhkan kepiawaian seorang pemimpin untuk bisa melakukan lobi-lobi, sebab kalau hanya mengandalkan APBD murni pembangunan secara maksimal sulit terwujud,” ucapnya.
*Sumber:infojambi.com



0 komentar:
Posting Komentar
free comment,but not spam :)