MUAROJAMBI,JAMBI - Massa Gali Jalan Wisata


Ratusan warga desa Muaro Jambi Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi tutup akses jalan dengan cara menggali badan jalan. Lubang yang digali mencapai kedalaman satu meter. Aksi tersebut buntut dari berlarutnya realisasi pengaspalan jalan dari tiga perusahaan pengguna jalan.
 
Akses jalan tersebut menghubungkan jalur Kemingking dan Desa Talang Duku. Jalan yang semula beraspal mulus tersebut kini hanya berupa jalan tanah berdebu.  

Penyebabnya adalah kendaraan tonase besar milik tiga perusahaan yang selalu menggunakan jalan ini. Akibatnya jalan menjadi rusak, dan berdebu,” ungkap Ramli warga Desa Muaro Jambi kepada Tribun, Sabtu (2/10).
 
Panjang jalan yang hanya 880 meter tersebut kini hanya merupakan jalan tanah. Setiap harinya diperkirakan dilalui oleh lebih kurang 80 truk puso bertonase besar dari PT Tegas Guna Mandiri (TGM), PT Sinar Alam Permai (SAP), dan PT Bumi Borneo Inti (BBI) yang memiliki stockfield batubara di pinggir Sungai Batanghari.
 
Jalan yang diaspal pada 2002 untuk akses wisata menuju situs Percandian Muaro Jambi melalui Desa Talang Duku. Jalur inilah yang kerap dipakai para wisatawan asing maupun lokal untuk sampai ke situs terbesar di Asia Tenggara tersebut. Akan tetapi semenjak jalan rusak dan dibukanya jalur melalui jembatan Batanghari II di Desa Danau Lamo otomatis jelan tersebut hanya untuk lalulintas warga yang ingin bekerja dan bersekolah.
 
Kami khawatir kesehatan dan keselamatan keluarga kami kalau tiap hari dihadiahi debu saat pulang pergi sekolah atau kerja,” ungkap Ramli.
Sebelumnya pada 2003 warga sudah pernah menuntut untuk perbaikan jalan. Saat itu hanya PT BBI saja yang berlokasi di tempat tersebut, dan setelah itu muncul dua perusahaan lagi  pada 2008 dan 2009 jalan tidak kunjung diperbaiki.  Jalannya tidak rusak, hanya berdebu. Agar tidak berdebu, kami minta jalan desa kami ini diaspal,” imbuhnya.
 
Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Abuzar mengungkapkan bahwa sebelumnya tanggal 25 Juli 2010 telah terjadi pertemuan dengan tiga pihak perusahaan. Hasilnya disepakati lima butir tuntutan masyarakat yang antara lain, pengaspalan jalan, pembuatan pintu air di lahan pertanian warga, layanan kesehatan gratis kepada warga, mempekerjakan warga Muaro Jambi, dan memberikan dana sosial Rp 3 jt perbulan.
 
Untuk jalan disepakati akan diaspal pada tanggal 5 September 2010. Akan tetapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” ungkap Abuzar.
Dari lima tuntutan warga terhadap ketiga perusahaan baru PT BBI yang mematuhi kesepakatan tersebut. PT BBI telah memberikan dana sosial selama dua bulan dan tuntutan lainnya. Akan tetapi dua perusahaan lain yakni PT SAP dan PT TGM belum merealisasikan kesepakatan tersebut.
 
PT BBI saat ini terkena imbas dari dua PT SAP dan PT TGM yang tidak konsisten,” ucap Abuzar.

*Sumber:www.tribunjambi.com

0 komentar:

Posting Komentar

free comment,but not spam :)